Technology

Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat, Waspadai Potensi Kekeringan Lebih Panjang

hooulra
2 min read

JAKARTA – Musim kemarau tahun 2026 rupanya tidak akan menunggu lama untuk menyapa sebagian besar wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa awal musim kemarau tahun depan akan datang lebih cepat dari rata-rata periode normal. Fenomena ini patut menjadi perhatian serius, mengingat potensi durasi kemarau yang lebih panjang akibat perubahan iklim global.

Percepatan di Ratusan Zona Musim

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam keterangan persnya baru-baru ini menjelaskan bahwa dari total 699 Zona Musim (ZOM) yang ada di Indonesia, sebanyak 325 ZOM atau sekitar 46,5 persen diprediksi akan mengalami awal musim kemarau yang lebih cepat dibandingkan rerata klimatologis 30 tahun terakhir (1991-2020). “Awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih awal atau maju,” ungkapnya. Sementara itu, sekitar 173 ZOM atau 24,7 persen diprediksi mengalami awal musim kemarau yang sama dengan periode normalnya, dan 72 ZOM atau 10,3 persen diperkirakan mengalami kemarau yang datang lebih lambat dari biasanya.

Jadwal Kapan Kemarau Dimulai

BMKG memprakirakan bahwa musim kemarau akan mulai berlangsung pada April 2026 di 114 ZOM atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia. Daerah-daerah yang diperkirakan lebih dulu merasakan teriknya kemarau antara lain pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Bali, serta Nusa Tenggara. Memasuki bulan Mei 2026, sebanyak 184 zona musim atau 26,3 persen wilayah diprediksi akan mulai memasuki musim kemarau. Puncaknya, pada Juni 2026, sebanyak 163 zona musim atau sekitar 23,3 persen wilayah akan menyusul mengalami kekeringan. Pergerakan awal musim kemarau ini diperkirakan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian bergerak secara bertahap ke arah barat menuju wilayah Indonesia lainnya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan bahwa percepatan awal musim kemarau ini berpotensi membuat durasinya menjadi lebih panjang. “Kesimpulan umum dari musim kemarau 2026 yang akan kita hadapi ini, kita prediksi maju atau lebih awal. Sehingga pada banyak tempat dia juga menjadi lebih panjang karena awalnya itu maju,” jelasnya. Fenomena ini dipengaruhi oleh berakhirnya siklus La Niña yang lemah pada Februari 2026. Kondisi iklim global saat ini telah bertransisi ke fase Netral dan berpotensi berkembang menuju El Niño pada pertengahan tahun. Indeks El Niño-Southern Oscillation (ENSO) yang terpantau menunjukkan kondisi Netral, namun peluang munculnya El Niño dengan kategori lemah hingga moderat mulai meningkat pada semester kedua tahun ini.


📰 Source: CNN Indonesia Tech