Technology

Iran Klaim Lumpuhkan Jet Siluman F-35 AS, Pertahanan Udara Teheran Jadi Sorotan

hooulra
2 min read

Teheran, Iran – Ketegangan di kawasan kembali memanas menyusul klaim mengejutkan dari Iran yang menyatakan berhasil melumpuhkan sebuah jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat (AS). Peristiwa yang disebut terjadi pada Kamis (19/3) ini seketika menyorot kecanggihan sistem pertahanan udara yang dikembangkan Teheran, sekaligus menguji klaim superioritas teknologi militer Washington.

Jejak Panas yang Tak Terbantahkan?

Menurut laporan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), jet tempur F-35 yang tengah menjalankan misi tempur di wilayah udara Iran itu ditembak jatuh sekitar pukul 02.50 waktu setempat. IRGC bahkan merilis rekaman video yang diklaim menunjukkan deteksi dan serangan terhadap pesawat canggih AS tersebut, meskipun klaim ini masih dalam penyelidikan oleh pihak AS. Komando Pusat AS (CENTCOM) sendiri membenarkan adanya insiden yang memaksa pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat, namun Kapten Tim Hawkins enggan merinci penyebabnya, seraya memastikan seluruh awak pesawat selamat.

Melampaui Radar Konvensional

Jika klaim Iran terbukti, ini akan menjadi pencapaian signifikan bagi Teheran, sekaligus yang pertama kalinya sejak konflik terbaru memanas pada 28 Februari. F-35, yang dikenal dengan kemampuannya “menghilang” dari radar berkat desain khusus dan material penyerap gelombang, dikembangkan untuk meminimalkan jejak deteksi. Namun, para analis militer menilai teknologi siluman ini bukanlah tanpa kelemahan. Para ahli menduga Iran memanfaatkan celah tersebut dengan menggunakan sistem pertahanan udara berbasis sensor inframerah pasif. Berbeda dengan radar konvensional yang memancarkan sinyal, sistem pasif ini mendeteksi jejak panas yang ditinggalkan pesawat. Pendekatan ini dinilai lebih sulit dideteksi dan sebelumnya telah digunakan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.

Klaim Iran ini menjadi pengingat bahwa dalam peperangan modern, teknologi terus berevolusi, dan celah sekecil apapun dapat dimanfaatkan oleh pihak yang cerdik dalam strategi pertahanan. Ke depan, dunia militer global kemungkinan akan semakin serius mengamati perkembangan sistem deteksi inframerah dan bagaimana teknologi siluman dapat terus dipertahankan dari ancaman yang semakin canggih.


📰 Source: CNN Indonesia Tech