Jakarta – Di tengah sorotan publik mengenai perjanjian dagang dengan Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto angkat bicara. Ia menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil pemerintah, termasuk dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Negeri Paman Sam, telah melalui kajian mendalam. “Saudara harus percaya bahwa saya mengutamakan kepentingan nasional Indonesia,” ujar Prabowo dalam keterangan resminya, Sabtu (21/3). Ia tak ragu menyatakan bahwa Indonesia bisa saja menarik diri dari perjanjian apa pun jika dinilai mengancam kedaulatan dan keuntungan negara.
Tarif Nol Persen untuk Komoditas Strategis
Salah satu poin penting yang disorot Prabowo adalah keuntungan signifikan yang diperoleh Indonesia. Sebanyak 1.819 komoditas strategis nasional, termasuk kopi dan minyak sawit yang menjadi andalan ekspor, akan menikmati tarif nol persen. Ini tentu menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha di sektor-sektor tersebut. “Dalam perjanjian ini, ada 1.819 komoditas kita yang tarifnya nol persen. Tentu ini menguntungkan,” jelasnya, menekankan bahwa kesepakatan ini bukan tanpa pertimbangan matang.
Klausul Penyesuaian dan Perlakuan Khusus
Prabowo juga mengungkapkan bahwa Indonesia mendapatkan perlakuan khusus dari Presiden AS Donald Trump. Terdapat klausul penyesuaian yang memungkinkan kedua belah pihak untuk bernegosiasi kembali jika ada poin yang dianggap memberatkan atau bertentangan dengan kepentingan nasional. “Setahu saya, klausul seperti ini tidak ada dalam perjanjian dengan negara lain,” imbuhnya, menyoroti keistimewaan yang dimiliki Indonesia. Sikap rasional dan mengutamakan keuntungan nasional menjadi landasan utama pemerintah dalam menyikapi dinamika perdagangan internasional, termasuk opsi untuk membatalkan perjanjian jika terbukti merugikan, mirip dengan langkah yang diambil Malaysia.
Dengan penegasan ini, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk menjaga agar setiap perjanjian dagang tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi yang terpenting, memberikan manfaat nyata bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan bangsa Indonesia di kancah global.
📰 Source: CNN Indonesia Ekonomi