Konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan sekutunya melawan Iran di Timur Tengah, yang telah berlangsung hampir sebulan, mulai menunjukkan dampak nyata yang menghantam kantong masyarakat di berbagai belahan dunia. Harga bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan melonjak di 95 negara, mengganggu pasokan energi global dan menimbulkan kekhawatiran baru di tengah ketidakpastian ekonomi.
Gangguan Jalur Pasokan Energi Global
Penyebab utama lonjakan harga ini adalah terganggunya distribusi minyak dan gas dunia, terutama akibat pembatasan aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz. Jalur vital ini merupakan arteri utama bagi pasokan energi dari kawasan Teluk yang krusial bagi banyak negara. Data terbaru menunjukkan bahwa kenaikan harga bensin tidak lagi menjadi isu regional, melainkan telah menyebar luas ke berbagai benua.
Asia dan Negara Berkembang Paling Terpukul
Negara-negara Asia dan negara berkembang menjadi pihak yang paling merasakan pukulan telak. Ketergantungan tinggi mereka pada impor energi, ditambah dengan terbatasnya bantalan fiskal dan cadangan strategis, membuat mereka rentan terhadap gejolak harga. Jepang dan Korea Selatan, misalnya, yang mengimpor sebagian besar kebutuhan minyaknya dari Timur Tengah, terpaksa menyiapkan langkah darurat. Jepang bersiap melepas stok minyak strategisnya, sementara Korea Selatan memberlakukan pembatasan harga BBM untuk pertama kalinya dalam tiga dekade. Negara-negara Asia Selatan seperti Pakistan dan Bangladesh bahkan mengambil langkah drastis seperti membatasi jam kerja kantor dan menutup universitas demi menghemat energi. Indonesia pun tak luput dari dampaknya, dengan harga bensin oktan 95 tercatat mengalami kenaikan.
Dampak dari kenaikan harga BBM ini diperkirakan akan terus meluas, bahkan berpotensi mendorong kenaikan harga pangan global mengingat energi memegang peranan penting di seluruh rantai pasok makanan. Situasi ini tentu menjadi tantangan berat, terutama bagi negara-negara berpendapatan rendah yang porsi pengeluaran mereka untuk makanan sudah sangat besar.
📰 Source: CNN Indonesia Ekonomi