Business

Harga Cabai Rawit Tembus Rp131 Ribu Jelang Lebaran

hooulra
2 min read

Harga Cabai Rawit Meroket, Bumbu Dapur Laris Manis Jelang Lebaran

Jakarta – Aroma khas masakan Idulfitri sebentar lagi tercium, namun bagi para ibu rumah tangga, kegembiraan itu sedikit tercoreng oleh kenaikan harga komoditas pangan yang terus merangkak naik. Cabai rawit merah, bumbu krusial dalam banyak hidangan Nusantara, kini menjadi sorotan utama dengan harganya yang tembus angka fantastis Rp131.000 per kilogram menjelang hari raya.

Bumbu Pedas, Dompet Menjerit

Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dirilis Jumat (20/3) pagi, menunjukkan lonjakan signifikan pada beberapa kebutuhan pokok. Bukan hanya cabai rawit merah yang merajai daftar komoditas termahal, komoditas lain seperti daging ayam ras juga tak mau kalah, bertengger di angka Rp50.200 per kilogram. Kenaikan ini tentu saja langsung terasa di kantong masyarakat, terutama bagi mereka yang berburu bahan masakan untuk perayaan Lebaran.

Bukan Hanya Cabai, Kenaikan Merata

Fenomena kenaikan harga ini tak hanya berhenti pada cabai dan ayam. Bawang merah kini dijual dengan harga Rp68.400 per kilogram, sementara bawang putih menyentuh angka Rp57.900 per kilogram. Kenaikan harga juga merambah ke komoditas beras. Berbagai tingkatan kualitas beras menunjukkan tren positif, bahkan beras premium super I kini mencapai Rp20.750 per kilogram. Komoditas lain seperti cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit hijau pun ikut mengalami kenaikan harga yang cukup berarti. Minyak goreng dan telur ayam ras pun tak luput dari kenaikan, menambah daftar panjang kebutuhan pokok yang membuat emak-emak harus lebih berhemat.

Lonjakan harga pangan menjelang hari raya memang bukan hal baru. Peningkatan permintaan dari masyarakat yang bersiap menyambut Lebaran menjadi salah satu faktor utama. Namun, melihat angka kenaikan yang cukup drastis kali ini, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat segera melakukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan. Perhatian lebih pada sektor pertanian dan distribusi menjadi kunci agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat yang sedang bersiap merayakan hari kemenangan.


📰 Source: CNN Indonesia Ekonomi