Business

Lonjakan Harga Ayam di Pasar Tomang Jelang Lebaran, Pedagang Resah, Konsumen Mengeluh

hooulra
2 min read

Jakarta – Menjelang perayaan Idulfitri 1445 Hijriah, gelombang kenaikan harga komoditas pangan mulai terasa di sejumlah pasar tradisional Ibu Kota. Salah satu yang paling mencolok adalah harga ayam potong dan ayam kampung di Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kenaikan ini membuat para pedagang pusing tujuh keliling, sementara para ibu rumah tangga harus memutar otak untuk menyiasati anggaran belanja.

Beban Ganda Pedagang di Tengah Keriuhan Lebaran

Pantauan di lapangan pada Selasa (2/4/2024), harga ayam potong yang biasanya berkisar Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram, kini melonjak drastis mencapai Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Tak ketinggalan, ayam kampung yang notabene lebih mahal, kini menyentuh angka Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram, naik dari kisaran Rp55.000. Para pedagang mengaku kenaikan ini terjadi sejak awal April dan terus merangkak naik setiap harinya. “Biasanya kalau mau Lebaran memang ada kenaikan, tapi tidak seekstrem ini. Kami juga bingung, pasokan tetap, tapi harganya terus naik dari agen,” keluh Ibu Siti, seorang pedagang ayam di Pasar Tomang.

Dilema Konsumen: Tetap Beli atau Cari Alternatif?

Kenaikan harga ayam ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi para konsumen yang tengah bersiap menyambut Lebaran. Hidangan ayam kerap menjadi primadona di meja makan keluarga saat hari raya. “Wah, kaget banget dengar harganya. Padahal mau beli buat stok lauk Lebaran, tapi kalau segini ya mikir-mikir lagi. Terpaksa dikurangi jumlahnya atau cari lauk lain yang lebih terjangkau,” ujar Ibu Ani, salah seorang pengunjung pasar. Situasi ini memaksa banyak keluarga untuk meninjau ulang menu Lebaran mereka, atau bahkan mencari alternatif sumber protein hewani lain yang harganya lebih stabil.

Para pedagang berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk menstabilkan harga. Kenaikan harga yang signifikan ini tidak hanya memberatkan konsumen, tetapi juga berpotensi mengurangi omzet para pedagang jika daya beli masyarakat menurun drastis. Dengan sisa waktu yang semakin sempit menuju Lebaran, masyarakat tentu berharap ada solusi cepat agar perayaan Idulfitri tahun ini tetap dapat dinikmati tanpa beban kenaikan harga pangan yang berlebihan.


📰 Source: Antara