Sports

FIFA Akhirnya Beri Sanksi Israel Setelah Dua Tahun Pengaduan Palestina

hooulra
2 min read

Setelah penantian panjang hampir dua tahun, badan sepak bola dunia FIFA akhirnya menjatuhkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA). Keputusan ini diambil menyusul laporan diskriminasi yang diajukan oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) pada Kongres FIFA ke-74 di Bangkok, Mei 2024 lalu.

Denda dan Peringatan untuk IFA

Komite Disiplin FIFA menyatakan IFA terbukti melanggar Pasal 13 mengenai perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play, serta Pasal 15 tentang larangan diskriminasi dan pelecehan rasialisme. Sebagai konsekuensinya, IFA diwajibkan membayar denda sebesar 150 ribu franc Swiss, atau setara dengan Rp3,2 miliar. Selain itu, IFA juga menerima peringatan keras atas tindak-tanduknya.

Kampanye Antidiskriminasi di Kandang

Sanksi lain yang tak kalah penting adalah kewajiban IFA untuk mengkampanyekan pesan antidiskriminasi secara visual. Dalam tiga pertandingan resmi kategori A yang digelar di kandang, Israel harus menampilkan spanduk besar bertuliskan “Football Unites the World – No to Discrimination” yang dipasang berdampingan dengan logo IFA. Tak berhenti di situ, sepertiga dari total denda yang dijatuhkan harus dialokasikan untuk mendanai rencana komprehensif pencegahan diskriminasi, yang harus diselesaikan dalam kurun waktu 60 hari.

Sebelumnya, PFA telah mengajukan pengaduan yang lebih serius, meminta FIFA untuk membekukan keanggotaan Israel akibat serangan yang terjadi di Gaza. Palestina juga menuding IFA terlibat dalam pelanggaran hukum internasional oleh pemerintah Israel, melakukan diskriminasi terhadap pemain Arab, hingga memasukkan klub-klub yang beroperasi di wilayah Palestina ke dalam Liga Israel. Namun, permintaan pembekuan tersebut tidak dikabulkan oleh FIFA.

Keputusan FIFA ini tentu menjadi catatan tersendiri dalam dinamika sepak bola internasional yang kerapkali bersinggungan dengan isu politik. Bagaimana implementasi sanksi ini akan berjalan ke depannya, dan apakah akan ada perubahan signifikan dalam praktik sepak bola di kedua negara, masih menjadi perhatian publik global.


📰 Source: CNN Indonesia Olahraga